Pemerintah Kanada
Lambang Pemerintah Kanada

Government of Canada

Indonesia.gc.ca

Breadcrumb

  1. Halaman Depan

Anak Muda Indonesia Bicara Hak Asasi Manusia


Konselor Jonathan Yendall membuka Konferensi Hak-Hak Anak Muda.
   

Inayah Wahid, puteri mantan presiden Abdurrahman Wahid, memandu diskusi mengenai kebebasan beragama.
   

Sebuah mural bertemakan hak asasi manusia dipamerkan pada acara penutupan konferensi.
   

Seorang pelajar SMA menceritakan pengalaman pribadinya pada acara diskusi mengenai hak asasi manusia dan anti kekerasan di Jakarta.
   

Kampanye Hak Asasi Manusia untuk Anak Muda adalah proyek kerja sama antara Kedutaan Besar Kanada dan LSM lokal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Proyek ini berhasil menumbuhkan pengertian di antara generasi muda akan hubungan antara hak asasi manusia dan isu-isu sosial, politik dan budaya.

Bagian pertama dari kampanye ini adalah Konferensi Hak-Hak Anak Muda yang diselenggarakan di Auditorium Perpustakaan Nasional di Jakarta tanggal 22 Desember 2012, dengan mengambil tema “Mempromosikan Hak Asasi Manusia, Merangkul Keanekaragaman”. Acara dimulai dengan sesi paripurna di mana pidato sambutan disampaikan oleh Konselor Politik Jonathan Yendall, Koordinator KontraS Haris Azhar, dan Wakil Ketua Ombudsman Indonesia, Azlaini Agus. Sepuluh topik berbeda dibahas dalam konferensi ini, mulai dari kebebasan beragama hingga hak-hak kaum LGBT, mulai dari kebebasan berekspresi hingga masalah lingkungan hidup. Peserta berhasil menghidupkan diskusi hingga berlangsung dinamis dan para peserta jadi ingin tahu lebih banyak dari para pembicara. Salah satu pembicara adalah Inayah Wahid, puteri mantan presiden Abdurrahman Wahid, yang mengajak para peserta generasi muda untuk lebih toleran terhadap sesamanya yang berbeda kepercayaan.

Unsur seni juga terwakili dalam konferensi ini. Selama acara berlangsung, beberapa seniman jalanan muda melukis mural bertemakan hak asasi manusia yang selanjutnya dipamerkan saat sesi penutupan. Pada hari itu tidak kurang dari 225 pemuda dan pemudi menembus hujan deras yang mengguyur Jakarta untuk menghadiri konferensi.

Bagian kedua dari proyek ini adalah kunjungan ke sekolah dan kampus. Diskusi pertama mengambil tempat di Universitas Parahyangan di Bandung tanggal 31 Januari. Dihadiri tujuh puluh mahasiswa, diskusi berlangsung seru dan membahas mengenai hak berpolitik, topik yang sangat menarik mengingat pemilihan umum di Indonesia yang akan berlangsung tahun 2014. Diskusi yang kedua berlangsung di SMA Islam Asy-Syafi’iyah 01 di Jakarta tanggal 18 Februari. Difokuskan pada tema “Hak Asasi Manusia dan Anti-Kekerasan”, kegiatan ini membahas tentang tren kekerasan yang meningkat di antara pelajar sekolah menengah atas di Jakarta. Dalam diskusi, beberapa pelajar berbagi pengalaman mereka mengenai tindak kekerasan yang dilakukan oleh sesama teman mereka di sekolah. Sebuah film pendek berjudul “Humans Love Humans and the History of Human Rights” juga diputar untuk mengajarkan para peserta nilai-nilai hak asasi manusia dan prinsip-prinsip anti kekerasan. Diskusi yang terakhir berlangsung di Universitas Nasional di Jakarta tanggal 25 Februari. Diskusi ini memberikan pengertian yang lebih baik kepada para mahasiswa akan pentingnya menghargai dan mengakui proses demokrasi dan hak asasi manusia.

Footer

Terakhir diperbarui:
2013-05-16