Pemerintah Kanada
Lambang Pemerintah Kanada

Government of Canada

Indonesia.gc.ca

Breadcrumb

  1. Halaman Depan

Sambutan Duta Besar

Donald Bobiash Selamat datang di laman Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia, Timor Leste dan Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN). Saya sangat senang mewakili Kanada di wilayah yang dinamis ini.

Ini adalah saat-saat yang menggembirakan dalam hubungan Kanada-Indonesia. Seiring perekonomian Indonesia yang tumbuh semakin kuat dan kelas menengah yang berkembang dengan pesat, Kanada menjadi mitra yang sesuai untuk masa depan Indonesia.

Persahabatan antara Kanada dan Indonesia terjalin kuat dan telah berlangsung sejak lama. Tahun 2012 adalah tonggak sejarah penting bagi kedua negara kita, di mana kita memperingati 60 tahun hubungan diplomatik. Kami terus bekerjasama secara dekat untuk membangun kemitraan yang lebih menyeluruh, yang mencakup sektor perdagangan dan investasi, pendidikan, politik dan pertahanan, serta bantuan pembangunan.

Indonesia saat ini adalah negara tujuan investasi terbesar Kanada di Asia Tenggara. Perdagangan bilateral juga sangat besar, dengan nilai  sekitar 3 milyar dollar pada tahun 2012. Saya juga senang melihat bahwa produk-produk Kanada telah begitu dikenal di pasar Indonesia dewasa ini, seperti Blackberry yang menjadi telepon cerdas pilihan masyarakat Indonesia dan pesawat terbang Bombardier yang dipakai menerbangi  rute-rute domestik Garuda Indonesia. Dengan sistem pendidikannya yang bertaraf dunia, Kanada juga menjadi tujuan favorit belajar bagi ribuan pelajar dan mahasiswa Indonesia dan saya yakin jumlah ini akan makin meningkat.

Indonesia akan selalu menjadi mitra utama Kanada. Kami memiliki komitmen untuk bekerja dengan mitra kami di tingkat pemerintah, masyarakat madani maupun masyarakat lokal dalam membasmi terorisme dan memajukan demokrasi, tata pemerintahan yang baik, kebebasan beragama, dan penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia di Indonesia. Kerjasama bidang pertahanan juga kuat di mana Kanada menyediakan pelatihan bagi anggota Tentara Nasional Indonesia.

Sebagai salah satu dari dua puluh negara fokus kami, Indonesia menjadi lokasi dari program bantuan pembangunan Kanada yang cukup aktif. Dengan fokus geografis di Sulawesi, program tersebut ditujukan untuk membantu pemerintah-pemerintah daerah untuk merencanakan dan menganggarkan dengan lebih baik, memberikan keahlian kepada perusahaan-perusahaan kecil dan menengah, dan melibatkan masyarakat setempat dalam pembuatan keputusan yang menyangkut pemanfaatan sumber daya alam.

Jumlah warga negara Kanada yang berada di kawasan ini juga besar dan makin meningkat. Rata-rata lebih dari 50.000 warga negara Kanada berkunjung ke Indonesia setiap tahunnya, dan Kedutaan Besar kami di Jakarta mempunyai rekam jejak yang sangat baik dalam memberikan bantuan konsuler kepada para warga negara Kanada yang membutuhkannya. Untuk membantu agar kami dapat melayani dengan lebih baik lagi, saya menganjurkan para warga negara Kanada yang tinggal di Indonesia untuk mendaftarkan diri pada sistem Registration of Canadians Abroad (ROCA) kami.

Kanada juga membina hubungan bilateral yang sehat dengan Timor Leste. Kanada sangat mendukung pembangunan Timor Leste, termasuk peningkatan stabilitas, aturan hukum dan pemerintahan yang demokratis.

Sebagai Mitra Dialog ASEAN sejak tahun 1977, Kanada memainkan peran aktif dalam kerjasama regional dan mendukung prakarsa-prakarsa ASEAN dalam hal integrasi politik dan ekonomi serta tata pemerintahan yang baik. Hal ini ditunjukkan antara lain dengan diumumkannya dana 10 juta dollar oleh Kanada untuk prakarsa-prakarsa yang berkaitan dengan ASEAN, termasuk dukungan untuk agenda konektivitas Kanada. Hubungan Kanada dengan para negara anggota ASEAN berpedoman pada dua dokumen utama, Deklarasi Bersama Kemitraan yang Lebih Baik antara ASEAN dan Kanada yang memberikan garis besar mengenai cakupan kerjasama kami dari 2010-2015 dan Deklarasi Bersama Perdagangan dan Investasi yang telah disepakati pada tahun 2011.

Saya sangat mengharapkan hubungan yang lebih erat lagi dapat terjalin antara kami dengan Indonesia, Timor Leste dan ASEAN, di samping menjajaki bidang-bidang baru untuk kerjasama. Untuk menndapatkan informasi terbaru mengenai kegiatan-kegiatan Kanada di Indonesia, Timor Leste dan dengan ASEAN, saya mengundang Anda untuk melihat-lihat laman kami di mana Anda dapat mengetahui lebih banyak lagi tentang berbagai layanan yang kami tawarkan. Semoga Anda senang mengunjungi laman kami dan saya percaya Anda akan menemukan isinya bermanfaat dan informatif.

Donald Bobiash
Duta Besar


Biografi

Donald Bobiash dibesarkan di sebuah daerah pertanian di dekat Zelma, Saskatchewan. Beliau menyadang gelar doktor di bidang Hubungan Internasional dari Oxford University, di mana beliau adalah seorang Rhodes Scholar, dan Masters di bidang Hubungan Industri dan Manajemen Personalia dari London School of Economics, di mana beliau adalah seorang Commonwealth Scholar. Beliau pertama kuliah di University of Saskatchewan, yang memberinya gelar BA di bidang Ilmu Politik, dan beliau juga pernah belajar di Laval University di Quebec City, dan l’Ecole National d’Administration di Dakar, Senegal, di mana beliau mendapat beasiswa dari Rotary Foundation. Buku beliau yang berjudul “South-South Aid: How Developing Countries Help Each Other” telah diterbitkan oleh Macmillan di London.

Tuan Bobiash adalah Duta Besar Kanada untuk Republik Indonesia, merangkap Republik Demokratik Timor Leste, dan Duta Besar untuk Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang berkedudukan di Jakarta. Terakhir beliau menjabat sebagai Direktur Jenderal dan Penasihat Senior untuk Afrika (2009-2012) di Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Internasional di Ottawa, Kanada. Beliau juga pernah bertugas sebagai Wakil Duta Besar Kanada di Tokyo, Jepang, dari tahun 2006 hingga 2009. Antara tahun 2004 dan 2006, beliau menjabat sebagai Komisioner Tinggi Kanada untuk Ghana, dan Duta Besar Kanada untuk Togo. Beliau bergabung dengan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Internasional Kanada tahun 1989, dan telah bertugas di beberapa perwakilan Kanada seperti Islamabad, Pakistan, dan Tokyo, Jepang. Di kantor pusat di Kanada, beliau pernah bertugas di divisi-divisi tentang perencanaan kebijakan, Hubungan Asia Selatan, Hubungan Ekonomi dengan Negara-Negara Berkembang, Hubungan Amerika Selatan dan organisasi La Francophonie. Beliau juga pernah menjadi Direktur Divisi Asia Selatan.

Duta Besar Bobiash menikah dengan Teresa Rozkiewicz. Mereke berdua dikaruniai dua orang putri, Ariane dan Catherine.

 

Footer

Terakhir diperbarui:
2013-05-06